Make Me Confused – Prolog

makemeconfused

 

“Jadi menikah bulan depan?” Tanyanya.

Hyo Rim mengangguk. “Tentu saja.”

“Masih merahasiakan siapa calonnya? Bagaimana bila aku tidak bisa datang pada pernikahanmu bulan depan? Aku mau liburan ke Osaka bersama keluargaku!”

“Masih belum bisa, Sajang-nim. Bahkan kedua orang tuaku sama sekali tidak tahu.”

“Sial! Tolonglah…” Hyo Rim mulai khawatir saat melihat jalanan mulai ramai kembali, ia sempat bersyukur karena kertas itu terbang ke pinggir. Tapi tiba-tiba jantung Hyo Rim seakan berhenti saat mendengar bunyi benturan keras yang datang entah dari mana. Hyo Rim berusaha menoleh, tapi ternyata matanya terpejam. Ia sudah tergeletak di jalanan dengan keadaan yang tidak di ketahuinya. Beberapa bagian tubuhnya mulai terasa nyeri, semuanya seperti mimpi. Banyak orang yang berkerumunan di sekitarnya dan mengatakan kalau dirinya harus di bawa kerumah sakit. Hyo Rim masih tidak bisa membuka matanya. Tolong aku. Aku harus bertemu Tuan Choi!

——————–

Menggeliat dengan penuh semangat dan harus terkejut saat menyadari kulitnya sedang bersentuhan dengan kulit orang lain di dalam selimut. Hyo Rim memandangi laki-laki yang berada di sebelahnya, sedang tertidur pulas sambil memeluknya. Hyo Rim mengerjapkan matanya meyakinkan kalau semua ini hanya mimpi. Ia menyentuh perutnya, lalu dada dan kembali turun hingga ke paha. Keterkejutannya semakin bertambah karena ia sedang tidak memakai apa-apa dalam pelukan seorang laki-laki yang tidak di kenalnya.

Hyo Rim seharusnya berteriak, tapi ia masih termenung memandangi laki-laki itu, cukup good looking dengan rambutnya yang berwarna hitam pekat dan terlihat sangat dewasa meskipun sedang tidur, tapi Hyo Rim tidak mengenalnya. Laki-laki itu siapa? Bertemu dimana? Teman kantor? Ia tidak punya teman kantor setampan ini.

“Kau sudah bangun?” Hyo Rim mengangguk sambil terus memandangi laki-laki itu dalam jarak yang sangat dekat. Keheranan sudah menyesaki benaknya dalam dosis yang sangat tinggi

“Bagaimana mungkin aku bisa seperti ini? Semalam aku tidur di kamar Halmeoni!”

“Aku yang membawamu ke kamar kita. Mana mungkin aku membiarkan istriku ke kamar lain. Soal pakaian seharusnya dirimu tidak perlu terkejut. Bukankah kita selalu melakukannya? Hei, kau tahu kalau aku tidak suka pendingin ruangan lalu kita menyingkirkannya. Semenjak kamar ini tidak memiliki pendingin lagi, Kau selalu tidur tanpa pakaian seperti itu. Se.la.lu.”

“Semalam… aku membukanya sendiri?”

“Aku yang membukanya. Tidak salah, kan? Aku suamimu.”

———————

“Melihatmu seperti ini sepertinya hari ini aku tidak usah ke kantor!” Laki-laki itu memeluk Hyo Rim lagi dan meremas payudaranya dengan pelan.

Hyo Rim segera menolak dan medorong tubuh pria yang mengaku sebagai suaminya itu menjauh. Kedua lengannya segera menyilang ke depan dada dangan kuat. “Kau ingin melakukan apa?”

Kening laki-laki itu berkerut. “Aku? Kenapa memangnya? Ini normal. Setiap pagi adalah hal romantis bagi pasangan suami istri.”

“Kau bertengkar dengan suamimu?” Hyo Rim terdiam sejenak, jadi Soo Hwa juga tahu? Jadi dia benar-benar sudah bersuami? Hyo Rim masih belum bisa percaya ini sepenuhnya, Soo Hwa dan Halmeoni yang merupakan orang terdekatnya mengatakan kalau ia sudah menikah. Sepertinya Hyo Rim harus menemui Jae Joong untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. “Tidak, aku cuma merasa perutku agak aneh, tamu bulanan akan datang,” Jawab Hyo Rim. Entah darimana datangnya kata-kata itu.

“Sedih hanya karena itu? Pertanda kau belum hamil? Aku yakin kalian berdua sedang berusaha keras untuk itu. Jangan bersedih, cepat atau lambat kalian juga akan segera punya anak.”

——————-

“Kau ingin mengatakan apa? Di memo tadi, kau bilang sangat banyak yang ingin di bicarakan denganku.”

Si Won berhenti memandangi Hyo Rim dan kembali menyantap kimchi nya pelan-pelan. Sesekali ia mengeluarkan kata-kata setelah semua makan berhasil di kunyah dan di telannya dengan baik. “Tadi pagi, apa yang terjadi padamu? Kau melupakan semuanya? Sepertinya begitu. Aku tahu karena hari ini kau terlihat berbeda dari biasanya. Bahkan sangat! Kau bertindak seolah-olah aku adalah orang asing!”

“Mungkin hanya shock. Tapi kurasa, ini juga harus di rahasiakan seperti saat kau memintaku merahasiakan pernikahan kita di kantor.”

“Berarti benar kau tidak mengingat apa-apa!”

.

.

.

.

BABABABAAAAAAA~ /ala lagu SPY/

Haiiii kita kembali ke prolog the third story of Siwon-Hyorim.

Banyak cerita yang belum end–“ Tapi beneran. Make Me Confused udah dibuat secara matang akibat terlalu lama mengendap di harddisk tercinta. Efek gak bisa update video drama jadi beginilah. Soalnya lagi suka banget cerita chap-chapter gituuh. Termasuk dalam kegiatan “Birthday Celebrate My Handsome-Husband, Choi Siwon”. Please, comeback fast from that fvckin army–“

Ndak papa kan? Hehe.

Iklan