Unpredictable – Part 3

Author           : TNT

Title                : Unpredictable – Part 3

Cast               : Jung Hyorim, Shim Changmin, Kris Wu (Wu Yi Fan), other cast

Genre            : PG16, Romance

Part 1 / Part 2 / Part 4

Warning! TYPO EVERYWHERE HOHOOO—

Maaf apabila ada adegan yang tidak sesuai, makanya saya bikin rating umurnya lebih tinggi.Ada beberapa bagian yang nanti ada hubungannya dengan part selanjutnya. Dan mohon maaf, Kris hanya sekilas saja di part ini. Jangan kecewa ne? sebagai gantinya ada Changmin hehehe:D

Oke langsong aja baca, hohooo~


Previous:

“Jika bukan karna kau, aku tidak bisa merasakan perasaan ini. Seumur hidupku aku tidak akan mengalah pada seseorang, “ ucap Kris datar.

Dengan santai, Kris meninggalkan Hyorim yang masih menatap namja itu. Hyorim tak kuasa melepaskan air matanya. Hanya satu yang dipikiran Hyorim saat ini,..

“Apa maksud perkataanmu itu, Kris?”

 

Sudah semingggu ini rumah Hyorim ramai dengan kedatangan teman-teman Yunho. Mereka berusaha dan giat berlatih supaya dapat tampil dengan baik. Semakin dekat dengan hari mereka tampil, tidak akan mengubah jadwal latihan mereka yang sudah diatur oleh sang leader, Yunho. Hyorim yang sejatinya pun –sepertinya- tidak ada hubungan dengan latihan –ini,itu,blablabla- dengan mereka juga ikut sibuk. Hyorim ingat perkataan Yunho, Sebagai adik yang baik, pengertian lah dengan kakak mu yang tampan-super-sibuk ini. Mengingat itu pun membuat Hyorim mual.

Sampai saat hari tampil mereka tiba, bahkan sejak tadi malam Yunho tidak dapat tidur dengan baik. Ia lebih memilih berbicara panjang lebar ke Hyorim.

Aku bermimpi Hyo, kau tau? Aku bermimpi kami berlima tampil dengan baik.

Aku sungguh tidak sabar. Aku ingin segera tampil..

Apa aku harus mencukur rambutku lagi? Aku ingin terlihat tampan.

Ada banyak sekali ocehan Yunho yang menurut Hyorim tidak penting baginya. Yang terpenting, apapun yang terjadi, dia berharap sang kakak dapat tampil dengan baik. Ditengah harapan itu, Hyorim masih kesal dengan Yunho dan teman-temannya. Di pagi yang cerah dan hari libur sekolah, itu memang sudah menjadi jadwal bagi Hyorim untuk bangun siang.

And see? tadi pagi Yunho dkk.-kita sebut saja begitu- masuk kamar Hyorim secara tidak sopan! Membangunkan Hyorim dengan teriak –Jaejoong-, menarik selimut Hyorim –Junsu-, dan bahkan membopong ramai-ramai badan kurus Hyorim untuk mengarah ke kamar mandi. Mengingat itu Hyorim membatin, Jika mereka tidak akan tampil aku bersumpah akan memotong lidah atau tangan mereka satu persatu. Argggh menyebalkan!

Semua itu wajar.

= Unprecditable =

“Ya! Nappeun neom!” teriak Hyorim yang dibalas tawa oleh kelima laki-laki itu.

“Sudah lah Hyorim-ssi, jika kami tidak melakukan itu padamu kau pasti tidak mau ikut,” sahut Yoochun.

“Setuju! Hahaha…” sekali lagi Hyorim ditertawakan.

“Apa kalian tidak lihat? Pasti di tempat acaranya masih sepi, lagipula aku masih mengantuk. Oppa, kenapa kau tidak membelaku huh?”

Secara perlahan tangan kanan Yunho merangkul pundak Hyorim. “Tapi chagiya…,” selain merangkul Yunho juga mencium pipi Hyorim.

“Oppa! Aish ya! Lepaskan aku..” Hyorim berterika dan melepaskan rangkulan Yunho dengan paksa.

Dugaan Hyorim yang ia bilang bahwa tempat Tohoshinki tampil sepi, itu salah besar! Pada pagi hari seperti ini sedang ramainya penonton untuk mendapat tiket. Seperti sekarang ini, panjang antrian sampai ke tempat parkir mobil.

Pukul sembilan acara sudah dimulai. Hyorim yang saat itu sedang di backstage, bingung melihat Yunho dan teman-temannya bertingkah aneh. Dari Yoochun kesana-kemari tidak jelas, Jaejoong yang duduk dipojok sambil menggenggam erat tangannya, Yunho melatih gerakan dance-nya supaya tidak ada yang lupa, Junsu sibuk menundukkan kepala. Dari semua itu, hanya Changmin yang –agak- normal, sedang tidur dikursi, serasa kasur milik sendiri.

“Hyo-ah, apakah aku sudah tampan?” tanya Yunho

“Dua ibu jari untukmu, Oppa!”

“Jinjja? Ya sudah. Jika kau ingin melihat kami, pergilah ke samping panggung ne?”

“Arraso,”

“Kau harus menonton kami, Hyorim-ssi.” Timpal Jaejoong

“Nee oppadeul,” jawab Hyorim sambil tersenyum.

= Unprecditable =

“Baiklah! Kita saksikan group yang kita nantikan penampilannya. Toho… shinki!” teriak pembawa acara dari panggung. Tak lama kemudian terdengar teriakan histeris dari para Cassie, yaitu penggemar Tohoshinki.

Sekeren itukah mereka sehingga sudah membuat nama untuk fans? Aaah jinjja. Pastilah mereka keren. Ucap Hyorim sambil melihat sang kakak menyanyi dan menari dengan lihainya.

Dari kejauhan, terlihat di tengah-tengah penonton ada sunbae Hyorim yaitu YoungAh beserta teman-teman se-geng-nya. Sejenak Hyorim memperhatikan YoungAh dengan rambut terurai, sama dengan teman-temannya. YoungAh dan teman-temannya juga ikut berteriak dan melafalkan fanchan-Cassie.

Hyorim kembali mengamati penonton. Tiba-tiba saja ia melihat sosok yang sangat dia kenal. Sunye.

Sunye? Dia ikut menonton? Kebetulan sekali.. Tapi tunggu, apa dia sendiri? Ahh maldo andwae. Kalau dia sendiri pasti dari dua hari yang lalu akan sibuk mengajakku sampai harus menutup telinga. Dia pergi dengan siapa? Sekali lagi ia memperhatikan Sunye. Melihat orang-orang disekitar Sunye, sampai….

“Omo! Itu.. itu JongWoon sunbae! Sunye dengan JongWoon sunbae? Daebak! Besok harus ada sesi tanya-jawab, ah ani, harus ada sesi wawancara. Gidaryeo Sunye-ah..”

“Hah selesai juga akhirnya..” kata Junsu setelah merasa lega sehabis dari panggung. Hyorim langsung dengan sigap memberi mereka minuman botol satu-per satu. Disaat Hyorim sudah memberi kepada Changmin..

“Gomawo..,” ucap Changmin pelan sambil melihat Hyorim lekat

“Ne? Mworagoyo Oppa?”

“Ah? Aniya, mungkin kau salah dengar..” kilah Changmin

“Hmm mungkin.. tapi sepertinya Oppa mengucapkan sesuatu. Ya sudah lah, mungkin telingaku yang sensitif. Kau tau Oppa? Di samping panggung selama kalian tampil, telinga ku harus bertarung dengan kerasnya volume suara itu. Huh..” ucap Hyorim panjang

“Jeongmal? Tapi penam…”

“Hyorim-ssi, bagaimana penampilan kami?” tanya Yoochun yang langsung membuat Hyorim mengalihkan pandangan dari Changmin.

“Ne Oppa! Kalian sungguh hebat!” ungkap Hyorim sambil mengangkat dua ibu jarinya –lagi-.

“Kalau begitu, kau tidak ingin menjadi Cassie hm?” tawar Jaejoong.

“Jaejoong-ah, kau ambilah mobil ku jika Hyorim ingin menjadi Cassie. Aku bertaruh untuk itu…”

“Yak Oppa! Kau tidak perlu bicara seperti itu. Aku tidak akan menjadi fans fanatik seperti mereka yang setiap detik berteriak, teriak yang dapat membuat orang tuli.” Kesal Hyorim

“Baguslah, tetap lah menjadi fansku nomor satu ne?” kata Yunho sambil mengedipkan sebelah mata kepada Hyorim

“Jahil sekali dengan adikmu itu, Yunho-ah,” timpal Jaejoong sambil menahan tawa.

“Sudah lah Hyung, dia juga telah membantu kita, keudaechi?” bela Changmin sambil tersenyum pada Hyorim

Omona… Changmin Oppa tampan senyum seperti itu..

“Ne ne arraso, mungkin lain kali ia akan berubah hahaha,”

“Yunho Hyung, di luar hujan, bagaimana kita bisa ke parkiran mobil?” tiba-tiba Yoochun memberi tahu sambil mengedikkan bahu ke arah luar.

“Bagaimana kita tunggu hujannya reda?” usul Junsu.

“Andwae, jika kita menunggu akan lama, akan pulang tidak sesuai jadwal, Junsu-ah. Sekarang juga sudah sore, kita juga mengambil barang-barang di rumah Yunho, pasti akan larut malam jika pulang kerumah masing-masing..,” jelas Jaejoong.

“Oppadeul, eottokhae?” Hyorim panik.

“Bagaimana… kita lari ke parkiran?” ide gila dari Yunho pun terucap.

“Boleh, apa kalian mau? Hyorim-ah?” balas Yoochun lalu menoleh ke Hyorim sambil mengangkat alis.

“Baiklah, kalau boleh kenapa tidak?” sedari tdi panic sekejap setelah mendengar ide Yunho, ia senang luar biasa.

Langsung saja satu per satu sari mereka berlari menuju parkiran dan berlari menuju mobil yang tadi pagi mereka bawa. Yunho yang pertama, disusul Yoochun, Jaejoong, dan Junsu. Tersisa Changmin dan Hyorim. Ketika Hyorim ingin berlari, Changmin menahan tangan Hyorim.

“Chakammman,”

“Eoh Oppa, kkaja kita kesana.” Ajak Hyorim tak sabar

Changmin tak mendengar ucapan Hyorim, sibuk mengambil sesuatu dari tasnya. Payung.

“Pa..payung?” tanya Hyorim kaget

“Ne, aku lupa memberi tahu mereka jika aku membawa payung di tas ku. Karna aku mendengar ramalan cuaca hari ini akan turun hujan,”

“Oh.. baiklah Oppa, tapi kalau mereka mengomel padamu dan aku ba..?”

“Biarlah mereka, yang penting aku pemiliknya yang memakainya. Kau harus ikut, Hyo..”

“Cih, kau sungguh maknae tidak sopan Oppa. Lihat mereka sudah bas…”

“Sssssttttt,”

Deg!

Perlakuan tiba-tiba Changmin yang menutup mulut Hyorim dengan jari telunjuk kanannya membuat Hyorim membeku. Dengan jarak wajah dekat, membuat keduanya diam sesaat.

Eottokhae?

“Op..op..” Hyorim berusaha berbicara, tapi sia-sia. Bibirnya ditutup oleh jari Changmin!

“Uh? Ah ye, mi..mianhae Hyo..” Changmin yang sadar akan jarinya yang masih di bibir Hyorim, mulai melepaskannya.

Bibirnya sangat.. errr.. ah geumanhe, Changmin! Rutuk Changmin yang masih merasakan kelembutan bibir Hyorim ketika –hanya- sebuah jari menutup serta menempel sesaat masih terasa di jarinya. Rasa itu menyebar secara cepat sampai ke kepala dan ujung kaki Channgmin.

“Oppa…”

“Euh?”

“Kka..kkaja, mereka pasti sudah menunggu kita..” Hyorim tidak bisa menatap Changmin, berusaha melihat kemanapun asal jangan melihat mata Changmin.

“Arraso. Kkaja..” melihat gelagat Hyorim seperti itu, membuat Changmin tidak tahan untuk tersenyum. Dirangkulnya pundak Hyorim, mau tidak mau membuat Hyorim langsung mendekat ke Changmin.

Disaat hujan, jalan berdua menggunakan payung. Romantis bukan?

= Unprecditable =

Dua minggu kemudian…

 

“Kalian berdua!”

Hyorim dan Sunye sedang berjalan melewati koridor sekolah tersentak saat ada yang sepertinya memanggil mereka berdua. Namanya juga berdua, jadi yang di panggil pasti Hyorim dan Sunye kan?

Hyorim menoleh disusul oleh Sunye. Ck, ada apa lagi sunbae satu ini. Rutuk Hyorim dalam hati. YoungAh sunbae ternyata memanggil bersama kawan-kawan se-geng-nya itu.

“Naega?” tunjuk Hyorim pada dirinya.

“Neo! Jung Hyorim! Namamu bukan? Kesini, palli!” perintah YoungAh memaksa

Siapapun yang memanggil Hyorim, ‘lengkap’ bersama marganya juga, entah mengapa Hyorim membenci itu. Mungkin ia terkenal dengan sifat ketusnya, namun tak sedikitpun ia gentar menghadapi kakak kelas yang satu itu. Apalagi sunbae yang suka menindas adik kelas –terkadang-. YoungAh mengibaskan rambut panjang gelombangnya. Hyorim lihat, dibelakang YoungAh sudah ada teman nya,, yang Hyorim ingat itu… Michan dan Eunsoo.

“Tidak bisakah kau sopan dengan sunbae-sunbae yang ada disekolah ini? Kau seorang hoobae tidak pantas berperilaku seperti itu..” ucap YoungAh sambil menunjuk Hyorim dan menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah Hyorim.

“Dan kau! Menjauhlah dari JongWoon. Apa kau pantas berada di samping JongWoon huh? Menyandingkan nama ‘Sunye dan JongWoon’ saja sudah tidak cocok. Aku benarkan, chingu-ya?” YoungAh menoleh kea rah Michan dan Eunsoo. Kedua gadis itu hanya mengangguk sambil tetap mempertahankan wajah jutek sejak mereka semua bertemu tadi.

Sunye yang merasa dirinya tidak bersalah, langsung saja wajahnya memucat. Apalagi dengan perkataan YoungAh tentang ‘JongWoon’ membuat wajah Sunye lebih pucat lagi. Berbeda dengan Hyorim, ia sudah puas melihat perilaku ‘sunbae’nya itu jadi bersikap tenang.

“Sunbae, kau sudah selesai?”

“Huh?”

“Sudah selesai bicaranya?”

“Mwo?! Yak! Sudah kubilang sopan lah pada kami! Apa kau tak mengerti?!” ucap Eunsoo sambil mendorong Hyorim.

Hyorim yang didorong begitupun tak gentar, hanya mundur beberapa langkah saja. “Giliran aku yang berbicara. Asal kalian tau, aku tidak pernah berurusan dengan para ‘sunbae’ disini. Why you don’t look at mirror? Kau saja yang sering mencari keributan tidak jelas,” jelas Hyorim tenang.

“Kurang ajar! Jaga bicaramu, hoo.bae!” tekan Michan menahan emosinya

Whatever! Sekarang ke intinya saja, apa mau kalian?”

YoungAh menyeringai, dia menoleh sejenak kedua temannya. “Oh kau sungguh peka sekali. Baiklah, mau ku adalah… jangan sembarangan merebut pacar orang!”

“Huh? Pacar orang?” tanya Hyorim tak mengerti

“Geurae.. aku tahu kau tidak dianggap disini atau tidak terkenal berbeda dengan kami semua. Jangan seenaknya merebut pacar orang! Dasar tidak tahu malu!” suara YoungAh semakin keras. Membuat siswa-siswi yang lain mulai sesekali melihat ke arah mereka.

“Aku tidak merebut apapun dari siapapun!”

“Eiii sudahlah, mana ada pencuri yang akan mengaku..” sindir Eunsoo

“Kau pikir aku tidak punya mata huh? Kau berangkulan dengan seorang namja saat acara konser kemarin. Makanya jadi yeoja tidak usah kesana-kemari. Dasar ck..”

Berangkulan? Namja? Apa jangan-jangan..

“Maksud kau.. Yunho Oppa?”

“Oppa? Cih lihat lah YoungAh, baru berangkulan saja sudah memanggil ‘Oppa’, sungguh tidak tahu malu!” ucap Michan mengejek

“Dengar Hyorim-sii. Yunho Oppa hanya milikku, hanya milikku. Aku tidak peduli siapa saja yang dekat dengannya atau siapapun fans nya, dia tetap milikku! Kau se….”

“BWAHAHAHAHAHAHA” Hyorim yang mendengar itupun tak kuasa menahan tawa yang ia tahan. Sunye pun yang sebelumnya hanya diam dan mempertahankan wajah pucatnya, kini ia berusaha mencari pegangan ke arah tembok agar tidak jatuh karna mendengar ucapan Youngah. Jelas karna tidak bisa menahan tawa.

YoungAh, Michan, dan Eunsoo langsung melotot. Apa yang dikatakan mereka sama sekali tidak ada yang lucu!

“Mianhaeyo, sunbae. Tapi bolehkah aku bilang padamu bahwa… bahwa aku dan Yunho Oppa setiap hari sering bertemu,”

“Heol! Geotjimal!” koor tiga gadis itu bersamaan

“Geureomyeon.. apa aku harus bilang… aku dan Yunho Oppa itu satu rumah? Hm?”

“Apa maksudmu hah?!” teriak YoungAh

“Kau tahu nama lengkap Yunho Oppa dan namaku bukan?”

“Aku tahu!” celetuk Michan langsung mendapat tatapan tajam dari Eunsoo dan YoungAh.

“Melakukan ini hanya untuk menggertak kami, iyakan? Berhentilah adik manis, itu tidak ada gunanya!” langsung saja Eunsoo tidak tahan dipermainkan.

“Apakah kalian tahu.. jika kami.. kami berdua memiliki marga yang sa.ma?” ucap Hyorim sambil menyeringai dan mengucapkan ‘sama’ dengan penekanan.

Ucapan Hyorim tersebut membuat tiga gadis itu membeku ditempat mereka berdiri. Namun, YoungAh yang kalah dalam pembicaraan tersebut tidak terima dipermalukan oleh Hyorim. Sejenak ia berpikir, lalu menoleh kepada Sunye. Ia perlahan mendekati Sunye lalu berbicara sedikit keras agar dapat didengar oleh siswa-siswi yang menonton mereka, termasuk Hyorim.

“Apa kau tahu mengapa JongWoon meminta sahabat mu, Hyorim, untuk menjadi asistennya di klub sepak bola?”

Sunye menggeleng.

“Dia.. JongWoon.. menyukai sahabatmu! Apa kau tidak sadar itu?”

“Huh? Mwo..mworagoyo?” tubuh Sunye kembali gemetar. Ia melihat Hyorim sejenak lalu menunduk. Ia sebisa mungkin tidak mempercayai perkataan YoungAh, namun itu semua gagal.

“Dan kau masih mau berteman dengan ‘pengkhianat’ rasa sukamu? Huh? Kasihan sekali adik kita yang satu ini hahahaha..” gerai tawa muncul dari YoungAh. Dalam hati berpikir, mudah sekali membuat anak ini menangis. Rencanaku berhasil kan? Ia mengedipkan sebelah mata kepada Michan dan Eunsoo.

Hyorim yang shock mendengar perkataan bullshit YoungAh tidak bisa diam. Telinganya panas mendengar omong kosong dari bibir ber-lipbalm merah YoungAh.

Sunye perlahan mundur menjauhi kerumunan itu, dan berbalik badan. Hyorim ingin menahan Sunye tapi terlambat karna Sunye telah berlari menjauhi koridor.

“Neo! Apa kau tahu mulutmu itu sudah sering ber-omong kosong, sunbae? Cukup dengan semua kata bullshit mu!” teriak Hyorim tidak mengindahkan tatapan tajam dari YoungAh, tersinggung dengan balasan Hyorim.

“Dan kau! Berhentilah menjadi yeoja yang merebut namja lain dan sok berkuasa disini. Apa bagus nya dirimu huh? Belaga sekali kau disini!” teriak YoungAh tidak kalah keras.

“Baik kalau itu mau mu, YoungAh-ssi.. aku ak.. argggghh..” Hyorim yang belum selesai bicara tiba-tiba terjatuh.

“Itu hukuman untuk mulut sialan mu itu, hoobae!” ucap Michan yang ternyata tadi mendorong Hyorim sampai terjatuh.

“Yak Michan-ah, menurut mu sebaikanya apa yang kita lakukan untuk gadis kurang ajar ini?” bisik Eunsoo yang berada disamping Michan.

“Kekerasan eoh? Hah! Sudah ku duga kalian seperti ini..” Hyorim yang langsung berdiri menatap tajam ketiga gadis itu.

“Young, Eunsoo-ya, kita beri pelajaran saja. Sungguh kelakuan gadis ini membuatku muak.”

“Arraso!” YoungAh dan Eunsoo menjawab bersamaan.

Mereka bertiga perlahan mendekati Hyorim, namun tidak membuat Hyorim mundur. Siswa yang lain menonton mereka hening sesaat, membayangkan apa yang terjadi dengan Hyorim. Dalam pikiran mereka pun terbayang siapa yang akan menang. Disaat Michan ingin meraih tangan Hyorim, Hyorim langsung bergerak cepat..

BUK!

“Argghhh, ah wajahku, kyaaaa! Appo….” YoungAh mendapat pukulan pertama dari Hyorim di pipi sebelah kiri memegang erat wajahnya. Ia tidak menyangka dirinya lah yang mendapat pukulan pertama Hyorim.

“Young, neo gwaenchana?” Eunsoo menghampiri YoungAh dan mengecek pipi sahabatnya itu. Dan hasilnya, biru lebam! “Chan-ie, biru lebam!”

Michan mendengar laporan itu langsung geram. “Jalang satu ini benar-benar..”

Michan tidak akan tertipu lagi oleh Hyorim. Memegang kedua tangan Hyorim dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya ia pakai dan langsung mencekal leher Hyorim. Ditekannya leher Hyorim sampai menubruk tembok belakang mereka. Siswa yang melihat itu langsung imenjerit. Tidak ada yang berkutik melihat kejadian itu..

“Geumanhae!”

DEG!

“Hah, ternyata yeoja suka kekerasan juga eoh?”

Kris yang sedari tadi melihat kejadian itu namun membiarkannya, langsung meminta berhenti. Berhenti semuanya, yang menjerit, yang mencekik, bahkan yang menahan sakit karna dicekik.

“Sekarang tidak lagi zaman berkelahi tiga lawan satu, iyakan?” selesai mengucapkan itu Kris langsung melenggang pergi. Melewati kerumunan siswa yang menonton. Dan ajaibnya, kerumunan itu langsung terbelah. Memberi jalan untuk Kris. Kris sangat… yah seperti itu.

Hyorim yang sudah berhasil bertahan lalu melepaskan tangan Michan secara paksa. Berusaha mendapat oksigen lebih, berharap nafasnya tidak cepat habis. Setelah mendapatkan nafasnya teratur, ia kembali ingat sesuatu..

Sunye!

= Unprecditable =

Malam harinya

 

Hyorim berusaha menghubungi Sunye. Tapi itu sia-sia. Dari telepon, sms, line, kakao, semuanya tidak ada respon dari Sunye. Sunye, itu semua salah paham. Tolong angkatlah telponku. Hyorim berusaha menghubungi Sunye lagi namun tetap tidak diangkat.

Sekali lagi Hyorim menelepon Sunye, ternyata terdengar dari operator handphone Sunye tidak aktif. Semarah itu kah dia denganku? Dia bahkan belum mendengar penjelasanku. Aish jinjja..

Hyorim tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan YoungAh tadi, ia berpikir positif. Jika benar JongWoon sunbae menyukainya, kenapa ia ingin menawarkan posisi asisten itu ke Sunye? Kenapa JongWoon sunbae tidak menolak setiap malam bertemu Sunye? Dan satu lagi, kemarin JongWoon sunbae mengajak Sunye menonton konser Tohoshinki, kan? Ia yakin JongWoon tidak menyukainya. Hanya.. hanya saja alasan YoungAh membuat ia frustasi sendiri

“Dia.. JongWoon.. menyukai sahabatmu! Apa kau tidak sadar itu?”

Ia kesal, segera ia ambil bantal tidur lalu dilemparkannya ke tembok. Bantal yang lainnya ia lempar ke arah pintu. Yunho yang sedang membuka pintu pun tak elak terkena ‘serangan’ bantal Hyorim.

“Hyo! Aish apa yang kau lakukan?” tanya Yunho heran sekaligus panik.

“Eoh Oppa? Ne ne ne, mianhae…”

“Waegeurae hm?” tanya Yunho lembut

Mendengar ucapan Yunho yang seperti itu, Hyorim bingung harus berkata jujur apa tidak. “Nan gwaenchana..”

“Jinjjayo? Arraso, jika kau tidak ingin bercerita tidak apa-apa,” ucap Yunho sambil mengambil bantal di lantai lalu duduk di pinggir kasur Hyorim.

“Algeusemnida..” merasa tenaganya terkuras saat melempar bantal tadi, Hyorim mengambil gelas berisi air untuk minum. Hah, ternyata haus.

“Eh, bolehkah Oppa bertanya?”

“Hmm….”

“Apa kabar namja yang membawamu saat pingsan waktu itu?”

“…..”

Byuurr! Uhuk uhuk uhuk!

“Yak! Kenapa kau menjawabnya dengan menyemburkan air. Kau ini benar-benar..” Yunho langsung mengusap wajahnya yang terkena air dari adiknya itu.

“Lagipula kenapa Oppa menanyakan itu? Tidak penting tahu!”

“Ireumi mwoheyo?” tanya Yunho penasaran

“Kris..”

“Dia tidak pernah terlihat lagi…”

“Aish mollandee,”

“Wae?”

“Waeyo?”

“Aish bicara denganmu tidak akan pernah selesai.”

“Bicara padamu hanya membuatku pusing, Oppa..”

“Arraso arraso. Keundae, apa kau ada hubungan dengannya?”

“Musuh.”

“Ye?! Musuh mengantarkan kau pulang? Hmm manis sekali..” Yunho berusaha menggoda Hyorim sambil berusaha mendapat informasi percintaan eh, cerita adiknya ini.

“Geumanhae, Oppa. Aku malas bercerita denganmu,”

“Huft ayolah Hyo, ceritakan padaku.. Marhae!”

“Arraso arraso. Kris, dia anak baru disekolah ku, dan dia juga sunbaeku..” selanjutnya Hyorim menceritakan Kris dari awal pertemuan mereka sampai pertandingan mereka yang berujung ciuman itu. Selagi bercerita, Yunho tidak berhenti terkadang menggoda Hyorim.

“Berapa kali kau diciumnya?”

“Ke..kenapa Oppa menanyakan hal itu?”

“Jawab saja…”

“Du..”

“Dua?” ulang Yunho

“Hmm..”

“Dua? Hanya dua kali?”

“Yak!”

“Ne ne ne, Oppa hanya bertanya saja. Galak sekali..”

= Unprecditable =

Jam berapa ini? Aaa jam sembilan.. Sejak Yunho kembali ke kamarnya setengah jam yang lalu, Hyorim hanya berguling kesana kemari di kasurnya. Entah apa yang sedang ia pikirkan, semuanya. Namun yang lebih mendominasi, pikiran tentang Sunye. Hyorim berharap ada keajaiban agar Sunye mau bicara dengan dirinya.

Tok tok tok

“Nona Hyo, ini aku Ahjumma..”

“Eoh, masuk saja Ahjumma..”

Ckrek.

“Ada tamu mencari anda nona,”

“Nugunde?” Hyorim heran, tamu dirumahnya saat malam hari? Mencari dirinya?

“Ahjumma tidak tahu, dia namja,”

Rasa heran Hyorim makin bertambah mendengar tamu namja kerumahnya. Pasti bukan Kris. Aish apa yang kau pikirkan Jung Hyorim. Rutuk Hyorim dalam hati. Langsung ia turun dari kasurnya, mengambil cardigan yang digantung samping pintu kamarnya. “Arraso, Ahjumma”

Setelah sampai depan teras, ia melihat siluet namja memakai celana jeans dan t-shirt putih.

“JongWoon sunbae?” namja itu yang disebut namanya langsung membalikkan badan.

“Annyeong Hyorim-ah,”

“Eoh annyeong sunbae..” Hyorim menjawab sambil tersenyum.

“Aku sudah mendengar semuanya, dan sekarang ada yang ingin aku jelaskan,” sadar waktu sudah beranjak malam, berbicara pun JongWoon terlihat buru-buru.

“Apa sunbae tidak ingin masuk terlebih dulu?”

Nope, gomawo..”

“Ne sunbae, arraso..”

Hyorim langsung mengajak JongWoon duduk di kursi terasnya. Tak lama kemudian, suasana terasa canggung. Wajar, ini pertama kalinya mereka duduk berdua setelah dua tahun menjadi kakak-adik kelas. Sadar akan suasana yang semakin canggung, JongWoon segera angkat bicara.

“Hyorim-ah, aku ingin bicara tentang YoungAh tadi..”

Tubuh Hyorim langsung menegang, ia menoleh ke JongWoon. “Waeyo sunbae?”

“Aku mendengar apa yang terjadi tadi di sekolah antara kau dengan YoungAh, dan aku juga tahu semua yang dibicarakan YoungAh padamu serta Sunye tentang diriku,”

“Aaah itu, itu…”

“Apa yang dibicarakan YoungAh, itu benar semua.”

“Hahaha, kau bicara apa sunbae? Sudahlah..” Hyorim tahu pembicaraan ini akan membuat hatinya makin tidak karuan.

“Tentang.. aku menyukaimu.. itu benar,” balas JongWoon menatap dalam mata Hyorim.

“Huh?”

 

TBC

Iklan

8 pemikiran pada “Unpredictable – Part 3

  1. Say q koment di part akhir aja gpp ya, cz kbiasaan q bca ff dlu bru koment hehehe
    Sbnrnya aku bingung sm crta ff ini, kris jd cameo aja ya?? Tp dy lbih mndominasi peran,,
    Q blm nemu konflik puncak di ff ini, mungkin q hrs sdikit sabar,, km niat bkin chapter pnjang bgt ya?? Klo niat gtu q sdkit mklum jalan ceritanya dibikin agk lmbat, sbnrnya klo misalkan hyo jd sm changmin aq gk stju hahaha wlwpun muka kris songong entah knp gw lbih stju hyo sm dy, hahahaha tp blik lg ke authorny, terserah anda.
    Hahagaha q sdkit ga nyngka bklan jd cameo yg judes gni, aigooo brtolak blkang bgt dg gw dg baik hati n tidak smbong ini… Hihi mksih udah ngajak q..
    Cara nulis km udah bgus say, ttp prtahankan ya, sbnrnya pas part 2 q udah snng diakhir konfliknya udah muncul, tp masuk part 3 rasanya ilang gtu aja, entah knp? Aigooo maaf ya klo q ceplas ceplos komentnya, ini gk ada mksd bkin km down kok, q pngn komentku jd masukan bwt km ya, mohon diambil sisi positif nya aJa..

    Suka

  2. Sbnrnya sunye gk ada alsan buat marah ya, wlwpun sbnrnya yesung sk sm hyo tp dia ttp hrs bz trna knyataan, yong ah dsni rese ya, pngn bgt gw jambak, errrrhhh #michanemosi
    Q nnti inbok ya, q mw ada msukan untuk crta km ini, itu jg klo km stju bep,, hihihi q emng bkn author hebat tp siapa tw ide q ini bz bkin kryamu jd hebat. Hahahaha
    Klo saranku, konfliknya dibikin padet ya, mksdku bkn dipercepat chapnya, jd ditiap part hrs ada sesuatu yg bkin pmbaca gereget gtu,,, eeemmmm udah gtu aj kyknya. Mksih udah jdiin gw cameo syg…mumumuach #civok baekhyun….
    Wassalamualaikum.

    Disukai oleh 1 orang

    • Gwaenchana eon…

      Kris & Changmin itu sama-sama peran utama disini, tapi kenapa kalo Kris yang diceritain tapi posternya Changmin atau sebaliknya, krn mau bikin reader nebak-nebak, apa aja yg bakal dijelasin di setiap part & Hyorim terlibat sm siapa
      Udah dibikin mateng, setiap chapter gimana jalannya, trus nanti dng siapa Hyorim bakal ‘berlabuh hatinya’ #ceilah# Tinggal ditunggu aja pengantar ke endingnya.

      Mianhae eonni memakai karakter tapi gak izin heheh 😀 biar kejutan #BANG#

      Suka

  3. Rae says:
    Bagus saeng… susunan bahasa udah bagus benner. AKu penasaram ma changmin… Kriss juga belum muncul di sini. dan Jongwoon? Masak sich benneran suka HYO…?

    Next part ditunggu binggo…

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ping balik: Unpredictable – Part 4 | Find your imagination!

  5. Ping balik: Unpredictable – Part 2 | Find your imagination!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s